News Update :

Saturday, April 27, 2013

Kesaksian Paman & Album Kehidupan Masa Kecil Pelaku Bom Boston

Peledakan bom Boston minggu lalu sungguh mengejutkan dunia. Pelaku yang disinyalir sebagai warga keturunan Chechnya, dua bersaudara Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev. Pelaku peledakan ini dicurigai oleh pamannya sendiri telah mengalami pencucian otak sejak berada di Amerika Serikat. "Pencucian otak ini berlangsung di Massachusetts sejak 2009 lalu," kata Ruslan Tsarni, paman Tsarnaev di kediamannya di Maryland. Tsarni menceritakan bahwa perilaku keponakannya ini berubah semenjak tiba di Amerika Serikat, tiba-tiba menjadi seorang yang radikal dan ingin berjihad.

Tsarni tidak bersedia mengatakan pelaku cuci otak terhadap keponakannya, tapi dia mengatakan bahwa sang pelaku adalah kenalan keponakannya yang disebutnya sebagai teman keluarga di Cambridge, Massachusetts. bldirgantara.blogspot.com

Tsarni mengaku terguncang mendengar keponakannya menjadi pelaku peledakan bom di Boston Marathon yang menewaskan 3 orang dan melukai 180 orang lainnya. "Saya menaruh perhatian besar terhadap mereka, khususnya Tamerlan, karena dia sudah tidak menghormati ayahnya," kata Tsarni.

Banyak yang penasaran dengan latar belakang 2 bersaudara pelaku peledakan bom ini. Latar keluarga dan masa kecil mereka bisa dilihat dalam foto-foto berikut ini yang merupakan koleksi keluarga Muhammad Suleimanov, paman lain sang pelaku.


Tamerlan Tsarnaev (tengah bawah) bersama ayahnya, Anzor (kiri), sang ibu, Zubedat, dan pamannya Muhammad Suleimanov (kanan)


Dzokhar (tengah bawah), Tamerlan (tengah atas) bersama saudari-saudari mereka


Patimat Suleimanova, bibi Tamerlan dan Dzhokhar menunjukkan koleksi foto keluarga mereka kepada jurnalis di Makhachkala, 22 April 2013 bldirgantara.blogspot.com


Muhammad Suleimanov, paman Tamerlan dan Dzhokhar sedang berpraktek untuk mengobati orang di rumahnya di Makhachkala 22 April 2013


Anzor Tsarnaev, ayah pelaku peledakan bom sedang melakukan wawancara dengan jurnalis Reuters di Makhachkala 19 April 2013  bldirgantara.blogspot.com


Tamerlan Tsarnaev (kanan) saat melawan Lamar Fenner (kiri) dalam Golden Gloves National Tournament of Champion di Salt Lake City, Utah, pada 4 Mei 2009


Gambar yang diambil pada 20 April 2013 ini merupakan rumah yang pernah ditempati oleh Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev di kota Tokmok, Kirgis.  bldirgantara.blogspot.com

Berbicara mengenai kedua putranya, Zubeidat, sang ibu mengatakan bahwa tidak mungkin putranya berbuat seperti yang dituduhkan. Namun, pencucian otak selalu berhasil membuat seseorang yang kita kenal baik menjadi seorang monster yang tersembunyi dalam waktu yang relatif cepat.bld


sumber

2 comments:

  1. pelaku kejahatan seperti pengeboman ini kok sepertinya gak punya hati ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin jika dia punya hati, dia tidak akan seperti itu :)

      Delete

PENNTINNG !!!!!
silahkan tinggalkan komentar jika anda menyukai, jika anda kesulitan melakukan komentar dan tidak memiliki profil untuk komentar silahkan pilih profil Anonymous trimakasih salam dari saya Bhernanda Logan Dirgantara,,

 

© Copyright Astra Dirgantara 2010 -2016 | Design by Herdiansyah Hamzah fazer email gratis | Powered by mugen download mugen chars.