Video Pembantain Di Myanmar Yang Terkuak Di Public

Sebuah tayangan video sadisme etnik di Myanmar memperlihatkan bagaimana etnis minoritas Muslim di negeri itu diburu dan dibunuh oleh warga Buddha.

Daily Mail memberitakan, sebuah tayangan video itu menampilkan adegan kekerasan terhadap warga Muslim, bulan lalu, yang menewaskan 43 orang Muslim. Rekaman video tersebut juga beredar di situs YouTube dan juga ditampilkan oleh media ternama, BBC danGuardian.


Tidak dijelaskan alasan penyerangan tersebut, yang pasti video tersebut menanyangkan bagaimana warga merusak sebuah rumah, kendaraan, dan membakar hidup-hidup warga Muslim. Sadisme itu dibiarkan begitu saja oleh biksu Buddha dan polisi yang membiarkan mereka bertindak sadis di hadapan mereka. bldirgantara.blogspot.com

Pada salah satu tayangan, terlihat seorang Muslim diburu oleh sekelompok massa yang menamakan dirinya ’969 squad’. Ia melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak. Sial, Muslim tersebut ketahuan dan langsung dipukuli beramai-ramai menggunakan tongkat. Salah seorang penyerang bahkan membacokkan parang kepadanya hingga tewas. Adegan tersebut sangat sadis sehingga Daily Mail mensensornya.

Adegan kekerasan tersebut juga dibuat oleh polisi yang menyaksikan adegan tersebut di kota Meiktila. Salah satu adegan lainnya tak kalah sadis. Sebuah sepeda motor dibakar dan pengendaranya yang juga seorang muslim dibakar hidup-hidup. Terlihat ia menggelepar-gelepar disaksikan banyak orang. Polisi juga menyaksikannya dengan tenang. bldirgantara.blogspot.com

Seseorang terdengar berteriak meminta air. Namun terdengar suara lainnya menolaknya. “Jangan di kasih air. Biarkan dia mati,” bldirgantara.blogspot.com

Aksi tersebut mendapat kecaman keras dari Uni Eropa dan penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) Human Rights Watch mengeluarkan laporan mengenai keterlibatan pihak berwenang di Myanmar dan warga Arakan dalam tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam upaya memusnahkan etnis Muslim di negeri itu.bld

sumber

Post a Comment

PENNTINNG !!!!!
silahkan tinggalkan komentar jika anda menyukai, jika anda kesulitan melakukan komentar dan tidak memiliki profil untuk komentar silahkan pilih profil Anonymous trimakasih salam dari saya Bhernanda Logan Dirgantara,,

Previous Post Next Post

Contact Form