News Update :

Sunday, July 28, 2013

Video Ritual Anghoris Si Pemakan Bangkai Manusia

Di salah satu tempat, seorang lelaki yang hanya mengenakan secarik cawat dan berambut kusut nampak melakukan meditiasi walau sesekali tanganya mengorek-ngorek unggun api seolah mencari-cari sesuatu. Di sampingnya seonggok tengkorak kepala manusia yang mengandung minuman beralkohol. Mulutnya berkumat-kamit membaca mantera.

Kadang diselipi pula dengan teriakan seperti menggeram. Matanya lurus memandang ke arah unggun api di depannya. Sesungguhnya unggun api tersebut bukanlah unggun api biasa melainkan api sisa pembakaran mayat. Dan 'sesuatu yang nampak dicari-cari oleh lelaki kurus itu, sewajarnya adalah selonggok sisa daging mayat yang belum habis terbakar. Dan ketika lelaki berambut kusut itu mencari seketul daging panggang, tanpa ragu-ragu, terus dimasuki ke dalam mulutnya, dan seketika mulutnya pun menggunyah menikmati daging panggang.

Pemandangan seperti ini bukanlah ilustrasi dari sebuah film rekaan manusia, namun merupakan pemandangan sebenarnya di beberapa wilayah tepian sungai Gangga India. Nampak memang mengerikan. Lelaki misterius yang aku saksikan di video ini bukan merupakan satu-satunya lelaki yang mencari rezeki dari sisa-sisa pembakaran mayat, namun hanya merupakan satu contoh kehidupan seorang Sadhu Aghori. Sebuah mazhab kecil penyembah Dewa Shiva yang masih wujud di daratan India. Kehidupan Aghori menjadi sangat menarik orang awam kerana kehidupan Sadhu Aghori sangat aneh sampai ke tahap sangat ekstrem iaitu kanibalisme. Dan inilah yang menarik banyak wartawan dunia untuk datang ke India dan sengaja mengorek kisah kehidupan unik mereka.



Aghori secara rasmi sebagian dalam agama Hindu, namun oleh kalangan Hindu India sendiri, mereka menganggap di luar agama mereka. Alasan: their bizzare practice of cannibalism maupun hobi berkhayal dengan ganja serta pengambilan alkohol dalam kehidupan sehari-harinya. Kononnya, menurut salah seorang Aghori yang ditemuramah seorang wartawan Australia, ganja maupun alkohol adalah penyumbang utama atas 'keberaniannya' mengunyah daging manusia! Dengan berkhayal dan mabuk, seorang Aghori mampu menghilangkan rasa mual dan jijik yang luar biasa ketika makan daging manusia terutama daging yang sudah membusuk. Itulah salah satu cara mematikan segala rasa untuk menikmati daging manusia.

Para Aghori atau disebut juga cukup dengan Aghor, umumnya tinggal di tepi sungai Gangga tidak jauh dari tempat-tempat pembakaran mayat. Mereka meninggalkan kesenangan duniawi dan hidup kembali ke natural, dan makan apa-apa yang tersedia di hadapannya.


Untuk menjadi seorang Aghor tentu saja tidak mudah, harus melalui ritual-ritual khusus yang diberikan oleh gurunya, sebagai tahap awal seperti: minum air atau makan abu mayat , kemudian melumuri seluruh badan mereka dengan abu mayat, serta calon Aghori harus mencari tengkorak kepala manusia yang banyak bertaburan di sepanjang sungai Gangga untuk dijadikan mangkok suci dan sebagai tempat minum sehari-hari.

Mereka juga tidak boleh menikah namun boleh melakukan hubungan seksual dengan perempuan manapun dengan syarat tidak boleh ejakulasi saat melakukan hubungan seksual tersebut. Dan konon para Aghori ini tidak kesulitan untuk mencari perempuan yang mahu suka rela tidur dengannya kerana banyak wanita yang rela menyerahkan diri kepada mereka. Para perempuan tersebut malah bangga jika berjaya melakukan hubungan seks dengan orang suci ini.

Para Aghori umumnya telanjang kecuali secarik cawat yang menutup alat kelaminya. Jika mereka berpakaianpun, umumnya pakaian diambil dari mayat yang akan di bakar yang diberikan oleh ahli-ahli keluarga yang meninggal. Yang mengejutkan dunia luar adalah, para Aghori ini memakan mayat manusia, umumnya sisa-sisa daging mayat yang tidak hancur di bakar atau di hanyutkan di sungai.

Walau demikian, Aghori konon berhati lembut dan tidak mau membunuh mahkluk hidup, dan alasan mengapa mereka makan daging manusia yang oleh banyak orang disebut bertamadun, mereka beralasan bahawa walau mereka makan daging manusia namun mereka tidak membunuh, jadi mereka bukanlah merupakan seseorang yang kejam.

Memakan daging manusia yang sudah merupakan puncak penyatuan jiwa dengan alam. Kehidupan seorang Aghori bermula malam hari. Mereka melakukan meditasi di samping bekas-bekas mayat dan sesekali mengorek daging bekas bakar dan tanpa ragu mulai makan. Aghori sehari-harinya nya memang tinggal di kawasan-kawasan pembakaran mayat. Kadang merekapun melakukan meditasi di atas tubuh mayat. Mereka makan apa saja yang dianggap menjijikkan, katakan dari kotoran hewan, air kencing, sisa-sisa sampah dan lain-lain.

Ritual Aghori Sadhu
Saat melakukakan ritual ini mereka menaburkan abu pembakaran mayat ke tubuh mereka, ahli-ahli Kumpulan ini juga mempunyai kebiasaan mengenakan kalung dari tulang-tulang manusia. Menurut beberapa orang selain makan bangkai manusia juga memakan kotor dan minum air kotoran. Setelah Itu Mayat Akan diduduki dan dibacakan sesuatu.

Yang kemudian akan di makan dengan memotong bahagian bahagian tertentu dari mayat . Jika tidak kuat mohon jangan melihat video ini.

Dalam video ini anda akan melihat bagaimana salah seorang anggota Sekte Aghori melakukan ritual ini, jasad kaku tersebut dimakan mentah-mentah setelah sebelumnya mereka melakukan ritual tertentu.bld

sumber

No comments:

Post a Comment

PENNTINNG !!!!!
silahkan tinggalkan komentar jika anda menyukai, jika anda kesulitan melakukan komentar dan tidak memiliki profil untuk komentar silahkan pilih profil Anonymous trimakasih salam dari saya Bhernanda Logan Dirgantara,,

 

© Copyright Astra Dirgantara 2010 -2016 | Design by Herdiansyah Hamzah fazer email gratis | Powered by mugen download mugen chars.