News Update :

Tuesday, October 8, 2013

Ternyata Tidur malam lebih dari 10 jam berisiko sakit jantung, diabetes dan obesitas

Semua orang tahu tidur malam terlalu sedikit buruk bagi kesehatan, namun studi baru menunjukkan terlalu lama lelap juga berdampak serupa, bahkan bisa lebih buruk. bldirgantara.blogspot.com

Tidur malam lebih dari 10 jam bisa meningkatkan risiko penyakit serius, seperti diabetes.


Dari studi yang meliputi lebih dari 50.000 orang, para ilmuwan Amerika Serikat berpendapat orang-orang yang terlalu  banyak atau terlampau sedikit merem di malam hari lebih mungkin terkena berbagai penyakit fisik dan psikologis, semisal penyakit jantung koroner, diabetes, kecemasan, dan obesitas. bldirgantara.blogspot.com


Orang-orang yang berjuang untuk tidur malam lebih dari enam jam berisiko lebih besar menderita sakit jantung koroner, stroke, diabetes, obesitas, dan penyakit mental.

Di sisi lain, para ilmuwan mengklaim tidur terlalu lama membawa risiko yang sama seperti kurang tidur.

Bahkan, studi peneliti American Academy of Sleep Medicine menemukan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes bahkan lebih tinggi di antara orang-orang yang tidur dalam waktu yang lama.


Tidur tiap malam dalam waktu “optimal” mengurangi risiko mengembangkan penyakit dan dapat membantu pasien 45 tahun ke atas yang mengalami masalah kesehatan umum.


“Gaya hidup sehat, tidak terbatas pada diet seimbang dan olah raga, kapan dan berapa lama Anda tidur sama pentingnya dengan apa yang Anda makan dan berapa lama Anda olahraga,” kata ahli tidur Dr Safwan Badr. 


Dia menegaskan sangat penting bagi orang dewasa untuk tidur malam tujuh sampai sembilan jam demi memetik manfaat kesehatan dari tidur. bldirgantara.blogspot.com

Tetapi, ini terutama berlaku bagi mereka yang berjuang melawan penyakit kronis.


“Penyakit tidur yang umum, termasuk apnea tidur dan insomnia sering menyerang orang-orang dengan sakit kronis dan dapat menghalangi mereka untuk tidur nyenyak,” Dr Badr menambahkan.


Karenanya, dia menyarankan orang yang didiagnosis penyakit tidur untuk mendapatkan perawatan dan meningkatkan kualitas hidup untuk menghilangkan gejala-gejalanya.


Dr Badr dan rekan-rekannya menganalisis catatan kesehatan dari 54.000 orang Amerika di atas usia 45 tahun.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Sleep ini menemukan hampir sepertiga yang diteliti diklasifikasikan sebagai tidur “pendek”,  yakni tidur malam enam jam atau kurang.

Dua pertiga orang digolongkan tidur “optimal” yakni antara 7-9 jam dalam rentang 24 jam, sementara, sejumlah kecil mengatakan mereka tidur “lama” yakni sepuluh jam atau lebih setiap hari.


Studi ini menunjukkan hubungan antara pola tidur dengan penyakit psikologis dan fisiologis, yang gejala-gejalanya bisa diatasi dengan jumlah waktu tidur malam yang benar.


"Beberapa hubungan antara durasi tidur yang tidak sehat dan penyakit kronis sebagian sering dijelaskan oleh tekanan mental dan obesitas,” kata ahli penyakit kronis Dr Janet Croft dari Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS. bldirgantara.blogspot.com


Dengan demikian, kata dia, dokter harus mempertimbangan untuk memantau kesehatan mental dan berat badan, juga waktu tidur pasien penyakit kronis.bld

sumber

No comments:

Post a Comment

PENNTINNG !!!!!
silahkan tinggalkan komentar jika anda menyukai, jika anda kesulitan melakukan komentar dan tidak memiliki profil untuk komentar silahkan pilih profil Anonymous trimakasih salam dari saya Bhernanda Logan Dirgantara,,

 

© Copyright Astra Dirgantara 2010 -2016 | Design by Herdiansyah Hamzah fazer email gratis | Powered by mugen download mugen chars.