Ratusan Pengawal Ratu Elizabeth Terserang Kudisan


Foto ilustrasi

Lebih dari 100 orang pengawal Kerajaan Inggris yang berjaga di Istana Windsor terjangkit penyakit kulit. Kudis, yang disebabkan oleh tungau kecil bertelur di bawah kulit yang menyebabkan rasa gatal parah, dilaporkan mulai menular setelah mereka kembali dari latihan militer di Jerman.

Tadi malam, sumber kerajaan berkeras bahwa tidak ada tentara yang terinfeksi tertular akibat kontak langsung dengan keluarga kerajaan atau masyarakat.
bldirgantara.blogspot.com
Mereka yang dikenal sebagai Coldstream Guard populer dengan seragam kebesaran berupa jas merah panjang dengan topi khasnya yang menjulang. Para penjaga ini berbaris dari Barak Victoria untuk melakukan pergantian tugas jaga, hal yang kerap menjadi atraksi wisata tersendiri di London.

Sebuah investigasi dilakukan sebuah tim Departemen Pertahanan berfokus pada gerakan para pengawal pada minggu-minggu menjelang wabah. Sementara itu, dipan dan pakaian yang selama ini mereka kenakan telah dicuci hama, dan mereka wajib mengenakan krim khusus anti-scabicide untuk mengurangi gangguan.
bldirgantara.blogspot.com
Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau parasit kecil yang bersembunyi di dalam kulit dan bertelur. Penyakit ini mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik. Tungau - dikenal sebagai sarciotes scabiei - biasanya menginfeksi tangan, alat kelamin, perut, kaki, dan pergelangan kaki. Tungau penyebabnya terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang dan tanda-tanda infeksi meliputi rasa gatal dan ruam merah.bldirgantara.blogspot.com

Seorang pengawal mengatakan saat latihan di Jerman mereka harus telah berbaring di parit yang kotor. Ia menyatakan bukan hanya 120 kasus yang dikonfirmasi, melainkan lebih dari 500 pengawal.

"Semua ini cukup memalukan bagi kita. Tempat tidur telah dilucuti, loker pakaian dikosongkan, dan ruangan difumigasi. Selama bertahun-tahun di Divisi Pengawal, saya belum mendengar hal seperti ini," katanya. bldirgantara.blogspot.com

Kudis marak selama Perang Dunia Pertama tetapi telah berkurang sejak saat itu karena kebersihan pribadi dan kesehatan para prajurit. Meskipun penyakit ini dikabarkan juga menjangkiti sebuah penjara di Afghanistan, tidak ada wabah besar yang melibatkan tentara Inggris di sana.bld

Sumber

Post a Comment

PENNTINNG !!!!!
silahkan tinggalkan komentar jika anda menyukai, jika anda kesulitan melakukan komentar dan tidak memiliki profil untuk komentar silahkan pilih profil Anonymous trimakasih salam dari saya Bhernanda Logan Dirgantara,,

Previous Post Next Post

Contact Form