News Update :

Tuesday, May 28, 2013

Inikah Bukti Nenek Moyang Manusia adalah Kera?

Inikah Bukti Nenek Moyang Manusia adalah Kera?

Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Australia melakukan penelitian fosil gigi untuk menghitung kapan bayi manusia purba (Neanderthal) berhenti menyusui (disapih). Studi ini juga melibatkan bayi manusia dan kera di California National Primate Research Center, University of California.

Dilansir Heritagedaily, Minggu (26/5/2013), menggunakan teknik baru, peneliti menyimpulkan bahwa sedikitnya satu bayi Neanderthal disapih pada usia yang sama seperti bayi manusia modern. Tim juga mengklaim mampu menentukan waktu yang tepat untuk kelahiran, ketika bayi diberi makan secara ekslusif oleh air susu ibu (ASI) dan proses penyapihannya. bldirgantara.blogspot.com

Peneliti mengetahui dengan mempelajari jejak mineral pada fosil gigi. Dengan melakukan studi pada gigi kera dan membandingkannya dengan catatan pusat, peneliti bisa menunjukkan bahwa teknik ini adalah akurat. bldirgantara.blogspot.com

Setelah memvalidasi teknik pada kera, para penelti menerapkannya pada gigi manusia dan gigi Neanderthal. Mereka menemukan bahwa bayi Neanderthal diberi ASI selama tujuh bulan, yang diikuti dengan tujuh bulan suplementasi (pola yang sama dengan manusia modern).

Meskipun ada beberapa variasi di antara budaya manusia, namun transisi untuk mempercepat pemberian makanan selain ASI diperkirakan telah muncul dalam sejarah leluhur manusia. Pemberian makanan ini dianggap sebagai bentuk perawatan bayi yang lebih kooperatif dan akses makanan yang lebih bergizi.

Periode laktasi pendek, bisa berarti kesenjangan yang lebih pendek pada interval kehamilan dan tingkat tinggi dari reproduksi. Ada perdebatan di antara peneliti bahwa kapan nenek moyang manusia berevolusi dengan percepatan penyapihan. bldirgantara.blogspot.com

Teknik ini membuka peluang yang luas untuk menyelidiki lebih lanjut terkait laktasi (pengeluaran susu) pada fosil dan koleksi museum gigi primata. "Dengan menerapkan teknik-teknik baru untuk gigi primata dalam koleksi museum, kita bisa lebih tepat mengetahui lebih detail terkait pemberian susu ibu di seluruh individu dalam spesies, serta kehidupan evolusi sejarah di antara spesies," kata peneliti Katie Hinde dari Harvard University.bld


sumber

No comments:

Post a Comment

PENNTINNG !!!!!
silahkan tinggalkan komentar jika anda menyukai, jika anda kesulitan melakukan komentar dan tidak memiliki profil untuk komentar silahkan pilih profil Anonymous trimakasih salam dari saya Bhernanda Logan Dirgantara,,

 

© Copyright Astra Dirgantara 2010 -2016 | Design by Herdiansyah Hamzah fazer email gratis | Powered by mugen download mugen chars.